Batu BaraSumateraSumut

Rumah Ketua DPC PJI-Demokrasi Batu Bara Dibobol Maling

299
×

Rumah Ketua DPC PJI-Demokrasi Batu Bara Dibobol Maling

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, NASIONALIS – Rumah Ketua DPC PJI-Demokrasi Kabupaten Batu Bara, Mariati, A.B., S.Pd., seorang wartawati media online, yang berlokasi di Desa Sukaraja, Dusun Kelembis, tepat di depan Rumah Sakit Bidadari, dibobol maling. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dan menjadi perbincangan hangat setelah viral di berbagai platform media sosial.

Kejadian pertama kali diketahui oleh anaknya, Nada Suci Ananda (20), sekitar pukul 03.00 WIB saat hendak memasak untuk sahur. Ketika mencoba menyalakan kompor, api tidak menyala. Setelah diperiksa, tabung gas yang sebelumnya terpasang ternyata sudah hilang.

ADVERTISEMENT

“Saat itu saya hendak memasak untuk sahur, kompor tidak menyala. Kemudian saya cek tabung gas sudah hilang. Lalu saya panggil orang tua saya, kemudian kami cari sekitar rumah namun tidak ditemukan Gas LPG kami. Malah saya dan mamak saya menemukan bekas pelaku mengintip dari belakang rumah menggunakan kursi sebagai alas,” kata Nada Suci Ananda saat diwawancarai.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, pelaku diduga telah menunggu kesempatan hingga dapur dalam keadaan kosong sebelum mengambil barang tersebut. Saat kejadian berlangsung, anjing tetangga sempat menggonggong keras sehingga Mariati dan anaknya keluar untuk mengecek kondisi sekitar rumah. Mereka melihat cahaya senter menyala di rumah seorang tetangga yang dikenal sering keluar-masuk penjara dan diduga kerap melakukan pembobolan berulang di kampung tersebut.

“Kami melihat cahaya senter di rumahnya, tetapi ketika kami datangi, sudah gelap penuh dan tidak ada yang terlihat,” ujar Mariati.

Kerugian yang dialami tidak hanya berupa hilangnya tabung gas, tetapi juga terganggunya aktivitas rumah tangga di tengah bulan Ramadhan.

“Kita sulit menyediakan makanan untuk sahur dan buka puasa. Tapi yang lebih parah, kejadian ini bukan kali pertama. Banyak warga yang merasakan hal serupa sekarang-bersekitar,” jelas Mariati.

Menurutnya, Desa Sukaraja kini diliputi rasa ketakutan karena hampir setiap hari ada rumah warga yang menjadi korban pembobolan. Barang-barang yang hilang beragam, mulai dari peralatan rumah tangga, barang elektronik, perlengkapan makan, hingga ternak seperti bebek dan ayam, serta uang tunai. Bahkan, ban mobil roda tiga milik warga disebut sempat dicopot maling pada malam sebelumnya.

“Kami sudah sering melaporkan ke Kepala Desa Sukaraja dan Polsek/Polres Batu Bara, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan hasil penyelidikan. Kejadiannya terus berulang dan tidak ada tindakan nyata dari pihak berwajib untuk menangani masalah ini,” katanya.

Mariati bersama warga Desa Sukaraja menyampaikan pernyataan tegas atas kasus yang terus berulang tersebut. Mereka mendesak Kepala Desa, Kepala Dusun Kelembis, serta aparat keamanan untuk segera mengambil langkah konkret.

“Jangan biarkan kampung kami terus dibawani maling dan warga merasakan ketakutan setiap hari,” ucap Mariati mewakili warga.

Warga juga mengajukan sejumlah permintaan, di antaranya penambahan patroli malam secara berkala dan terjadwal di seluruh wilayah Dusun Kelembis dengan melibatkan perwakilan warga setiap RT/RW; pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis melalui kemitraan antara pemerintah dan warga; pembentukan serta penguatan Satuan Keamanan Masyarakat (Linmas) yang aktif dan terkoordinasi dengan pihak kepolisian; serta proses penyelidikan yang transparan, cepat, dan tegas terhadap pelaku berikut tindak lanjut hukum yang sesuai.

“Kami tidak mau lagi merasakan ketakutan di rumah sendiri yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman. Jika tidak ada tindakan nyata sekarang, kami akan lanjutkan pengajuan ke instansi lebih atas, mulai dari Kecamatan sampai Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk menuntut keadilan dan keamanan yang sesuai,” tandasnya.

Selain itu, Mariati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempererat hubungan antar tetangga.

“Saling awasi dan saling beritahu antar tetangga, jaga keamanan setiap RT/RW, jangan sampai pelaku beraksi lagi dan merugikan warga. Bersama-sama kita buat kampung kami menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tentram,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT