Model
Sumut

Kelangkaan BBM di Sumut Berlanjut, WIB Desak Pimpinan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Mundur

45
×

Kelangkaan BBM di Sumut Berlanjut, WIB Desak Pimpinan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Mundur

Sebarkan artikel ini
Antrean kendaraan di salah satu SPBU Sumatera Utara saat terjadi gangguan pasokan BBM yang mendapat sorotan dari WIB Sumut. (Foto: Nasionalis)

MEDAN, NASIONALIS – Polemik kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) terus menuai sorotan. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Sumatera Utara, Agust Malik SE, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyusul masih terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Agust menilai penjelasan yang disampaikan Pertamina terkait penyebab terganggunya distribusi BBM belum memberikan kepastian kepada masyarakat. Menurutnya, alasan yang disampaikan perusahaan berubah-ubah sehingga menimbulkan pertanyaan publik.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Pertamina menyebut keterlambatan pasokan dipicu kendala distribusi armada. Namun dalam penjelasan berikutnya, perusahaan menyampaikan tingginya permintaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasokan di sejumlah SPBU mengalami penyesuaian.

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut jangan terlalu banyak alasan. Sebelumnya disampaikan karena distribusi, sekarang disebut karena tingginya permintaan. Masyarakat tentu bertanya, penjelasan yang mana yang harus dipercaya,” kata Agust Malik, Selasa (14/7/2026).

Agust menyebut kondisi antrean BBM yang masih terjadi menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Sumatera Utara. Ia meminta jajaran pimpinan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bertanggung jawab apabila persoalan tersebut tidak mampu segera diselesaikan.

“Kalau memang tidak mampu menyelesaikan persoalan distribusi BBM, sebaiknya melakukan evaluasi, bahkan mundur dari jabatan daripada masyarakat terus dirugikan,” ujar Agust.

Menurutnya, ketersediaan BBM memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas transportasi, kegiatan ekonomi, hingga kelancaran distribusi barang dan jasa.

Selain mengkritik Pertamina, Agust juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah cepat untuk memastikan persoalan pasokan BBM tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan Pertamina, aparat terkait, serta pemerintah kabupaten/kota agar distribusi BBM dapat kembali normal.

“Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution harus memastikan masyarakat tidak kesulitan mencari nafkah akibat antrean BBM. Pemerintah daerah harus hadir dan memberikan solusi,” tegas Agust.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan terus melakukan berbagai langkah percepatan distribusi BBM di Sumatera Utara. Perusahaan menambah 15 unit mobil tangki serta 30 awak mobil tangki (AMT) untuk mempercepat pengiriman BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di sejumlah wilayah.

Pertamina juga menjelaskan peningkatan konsumsi BBM selama masa libur sekolah menjadi salah satu faktor meningkatnya kebutuhan pasokan di beberapa daerah. Perusahaan memastikan pemantauan stok dilakukan secara berkala serta pengiriman diprioritaskan ke SPBU yang mengalami peningkatan kebutuhan.

Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan. Pertamina menyatakan optimalisasi distribusi akan terus dilakukan hingga kondisi pasokan kembali stabil.

Meski demikian, antrean kendaraan masih dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu berbagai respons dari masyarakat, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan yang mendesak adanya penyelesaian cepat agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.

ADVERTISEMENT