Model
Batu BaraSumateraSumut

Songket Batu Bara Makin Mendunia, Bupati Tinjau Kampung Tenun “Tonun”

237
×

Songket Batu Bara Makin Mendunia, Bupati Tinjau Kampung Tenun “Tonun”

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, NASIONALIS – Sebagai upaya memperkuat eksistensi sekaligus memperkenalkan songket Batu Bara sebagai identitas budaya unggulan daerah, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan kunjungan ke Kampung Tenun “Tonun” di Desa Pematang Genting, Kecamatan Talawi, Senin (30/03/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut mengajak Bendahara DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio (Ibu Ain). Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten II Setdakab Batu Bara, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Perkim LH, serta Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan.

ADVERTISEMENT

Bupati Baharuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam mendukung pelestarian dan pengembangan tenun khas daerah. Kampung Tenun “Tonun” dikenal sebagai salah satu sentra produksi kain songket yang menjadi kebanggaan masyarakat Batu Bara.

Ia juga menyampaikan bahwa songket Batu Bara kini semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini ditandai dengan tampilnya songket Batu Bara pada ajang Paris Fashion Week yang diperkenalkan oleh desainer Didit Hediprasetyo sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia ke dunia.

Keindahan kain songket Batu Bara tidak terlepas dari proses pembuatannya yang masih menggunakan teknik tradisional. Para pengrajin memanfaatkan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Untuk menghasilkan satu helai kain songket, dibutuhkan waktu sekitar lima hingga enam hari, tergantung tingkat kerumitan motif.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Ain juga mencoba secara langsung proses menenun bersama para pengrajin. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap proses pembuatan kain songket yang penuh ketelitian.

“ternyata tidak mudah untuk menenun, dibutuhkan kesabaran yang tinggi,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan Kampung Tenun “Tonun” semakin dikenal luas oleh masyarakat serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan para pengrajin, sekaligus memperkuat posisi songket Batu Bara sebagai warisan budaya bernilai tinggi di tingkat global. (Arfen Siadari)

ADVERTISEMENT