Model
Sumut

Bupati Baharuddin Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan di Batu Bara

58
×

Bupati Baharuddin Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan di Batu Bara

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, NASIONALIS – Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi dan pemantauan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Ade Tajudin Setiawan, Inspektur II KKP Febry Budianto, Staf Ahli Menteri Bidang KNP Ir. Lutfi, Tim Jamintel Kejaksaan Agung Alamsyah, Tim BPKP Eko Cahyono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Imaida Noor Hasibuan, Kepala Perwakilan BPKP Sumut Farid Firman, unsur Forkopimda, serta para kepala OPD.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Baharuddin memaparkan besarnya potensi sektor maritim Kabupaten Batu Bara sekaligus mengusulkan sejumlah program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mempercepat pembangunan kawasan pesisir.

“Potensi perairan dan kelautan Kabupaten Baru Bara dengan garis panjang pantai 62 km, jumlah nelayan 11.521 dengan potensi sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan,” papar Bupati Baharuddin.

Ia menjelaskan, total produksi perikanan tangkap Kabupaten Batu Bara pada tahun 2025 mencapai 53.231 ton per tahun. Sekitar 60 persen hasil tangkapan tersebut dipasarkan ke luar daerah bahkan ke luar negeri. Mayoritas nelayan menggunakan metode penangkapan ikan one day fishing.

Selain sektor perikanan tangkap, Bupati juga menyoroti potensi budidaya air payau, seperti udang vaname dan ikan kerapu yang memiliki kualitas unggul sehingga banyak diminati pasar ekspor. Di sektor budidaya laut, komoditas yang berkembang antara lain kerang-kerangan dan kepah.

Dalam paparannya, Bupati Baharuddin menyebut posisi strategis Selat Malaka yang berada di wilayah Batu Bara sebagai salah satu jalur pelayaran penting.

“Selat disini bisa disebut Selat Hormusnya Indonesia karena selat yang sering dilewati kapal dan banyak proyek strategis nasional yang akan didirikan,” lanjut Bupati Baharuddin.

Untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan, Bupati mengusulkan sejumlah program prioritas kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, di antaranya pengerukan sedimentasi alur sungai guna memperlancar lalu lintas kapal nelayan.

Selain itu, ia mengusulkan pembangunan lima titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bertujuan meningkatkan sarana dan prasarana usaha perikanan serta kesejahteraan nelayan. Usulan lainnya meliputi pembangunan kampung budidaya tematik udang vaname dan rumah pengering ikan asin berbasis teknologi solar dryer dome.

Bupati Baharuddin juga menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan KNMP yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2029. Program prioritas Presiden Republik Indonesia tersebut menargetkan pembangunan sebanyak 5.269 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat pembangunan daerah.

Dengan panjang garis pantai mencapai sekitar 62 kilometer, Bupati berharap sedikitnya 10 KNMP dapat dibangun di Kabupaten Batu Bara agar manfaat program tersebut dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat pesisir.

Sementara itu, Inspektur Jenderal KKP Dr. Ade Tajudin Sutiawarman menyampaikan bahwa keberhasilan Program Kampung Nelayan Merah Putih memerlukan dukungan seluruh elemen. Menurutnya, KNMP merupakan program prioritas Presiden RI yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, keberlanjutan, serta pemerataan pembangunan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dr. Ade menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 1.259 lokasi KNMP di berbagai kawasan pesisir Indonesia.

Menurutnya, keberadaan KNMP diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih luas. (Arfen Siadari)

ADVERTISEMENT