Batu Bara, NASIONALIS – Program operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh RSUD H. OK Arya Zulkarnain bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah (NGO) mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ratusan warga memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kembali penglihatan yang lebih baik tanpa harus terbebani biaya operasi yang umumnya cukup mahal.
Kegiatan bakti sosial ini ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, yaitu kondisi kekeruhan pada lensa mata yang umumnya dipicu oleh faktor usia serta paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim medis dari RSUD bersama pihak NGO, di bawah pengawasan Direktur RSUD, Guruh Wahyu Nugraha, serta dr. Yufly Yanza, MKM sebagai penanggung jawab medis. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara profesional dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien.
Pada hari kedua sekaligus hari terakhir pelaksanaan, Kamis (23/04/2026), kegiatan berlangsung di RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Kabupaten Batu Bara. Dari sekitar 200 warga yang mendaftar, sebanyak 72 pasien dengan total 82 mata berhasil menjalani operasi katarak. Sementara itu, sejumlah pendaftar lainnya belum dapat dioperasi karena terkendala kondisi kesehatan, terutama tekanan darah tinggi atau hipertensi yang berisiko jika dilakukan tindakan medis.
Antusiasme masyarakat yang tinggi tidak terlepas dari masih banyaknya penderita katarak di daerah tersebut, serta keterbatasan akses terhadap layanan operasi yang terjangkau. Selain biaya yang relatif mahal, panjangnya antrean di sejumlah fasilitas kesehatan juga menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan cepat.
Sebelum menjalani operasi, setiap pasien diwajibkan melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien benar-benar siap menjalani tindakan operasi, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalisir. Hanya pasien yang memenuhi kriteria medis yang diperbolehkan menjalani operasi demi menjaga keselamatan dan keberhasilan tindakan.
Program ini memberikan harapan baru bagi masyarakat Batu Bara, khususnya bagi mereka yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan akibat katarak. Dengan adanya kegiatan ini, para pasien tidak hanya mendapatkan kembali kemampuan melihat, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat layanan kesehatan gratis dan berkualitas, serta terbantu dalam menjalani kehidupan yang lebih produktif. (Arfen Siadari)





