Batu Bara, NASIONALIS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain menggelar kegiatan bakti sosial berupa operasi katarak gratis bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah (NGO), sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi penderita gangguan penglihatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu (22/04/2026) hingga Kamis (23/04/2026).
Program ini ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, yaitu kondisi kekeruhan pada lensa mata yang dapat menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.
Dalam kegiatan ini, dr. Guruh Wahyu Putra menjelaskan bahwa program operasi katarak gratis tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan medis, namun terkendala biaya maupun akses layanan kesehatan.
Kegiatan ini melibatkan tim medis RSUD H. OK Arya Zulkarnain bersama NGO, dengan dr. Yufly Yanza, MKM sebagai salah satu penanggung jawab medis dalam pelaksanaan operasi.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Kabupaten Batu Bara, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.
Katarak umumnya disebabkan oleh faktor usia serta paparan sinar ultraviolet. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan penanganan akibat keterbatasan biaya dan panjangnya antrean operasi. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Menurut dr. Yufly Yanza, seluruh pasien yang akan menjalani operasi diwajibkan mengikuti tahapan pemeriksaan ulang guna memastikan kondisi kesehatan mereka layak untuk dilakukan tindakan medis.
“Di hari ini kita pastikan kembali semua pasien yang benar-benar layak untuk dioperasi,” ujarnya.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah serta kadar gula darah, sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang mungkin terjadi selama proses operasi.
Berdasarkan data sementara, sekitar 138 pasien dengan total kurang lebih 180 mata telah terdaftar untuk mengikuti operasi. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing pasien saat hari pelaksanaan.
Ke depan, dr. Yufly berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan katarak.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat Batu Bara yang terbantu dan mendapatkan akses pengobatan yang layak,” pungkasnya. (Arfen Siadari)





