Model
Batu BaraSumateraSumut

Peredaran Sabu di Batu Bara Kembali Terungkap, Satu Terduga Bandar Diamankan

162
×

Peredaran Sabu di Batu Bara Kembali Terungkap, Satu Terduga Bandar Diamankan

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, NASIONALIS – Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Sumatera Utara dinilai masih menjadi persoalan serius yang terus berulang. Polanya kerap berubah, namun aktivitasnya tetap muncul di sejumlah wilayah.

Sejumlah catatan media sebelumnya menempatkan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkoba yang cukup tinggi di Indonesia. Kondisi ini memunculkan penilaian bahwa upaya pemberantasan masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengungkap jaringan yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

Terbaru, Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara dilaporkan melakukan penggerebekan di Dusun I, Desa Simpang Dolok, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Informasi yang dihimpun dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Datuk Lima Puluh membenarkan adanya kegiatan tersebut.

Dalam laporan internal disebutkan bahwa aparat melakukan penindakan terhadap seorang pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika.

Pria tersebut berinisial Zul alias Indo, warga setempat. Ia diamankan di kediamannya, dan dari lokasi tersebut petugas menemukan barang bukti yang diduga berkaitan dengan peredaran sabu-sabu.

Sumber yang sama menyebutkan, penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya.

Namun, sejauh mana jaringan yang terlibat serta kemungkinan adanya pihak lain yang terhubung masih belum diungkap secara resmi.

Penggerebekan ini menambah daftar kasus narkotika di wilayah Batu Bara. Dalam sejumlah penindakan sebelumnya, pola yang muncul cenderung serupa, yakni penangkapan pada tingkat pelaku lapangan, sementara jaringan yang lebih besar masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Sumatera Utara terkait detail penangkapan, termasuk jumlah barang bukti, kronologi lengkap, maupun kemungkinan tersangka lain.

Ketiadaan informasi resmi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Transparansi penanganan kasus dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik serta memastikan penanganan berjalan secara menyeluruh.

Di tengah kondisi tersebut, peredaran sabu di Sumatera Utara masih menjadi perhatian bersama dan memerlukan penanganan berkelanjutan dari berbagai pihak. (Arfen Siadari)

ADVERTISEMENT