Model
Sumut

Geram Dugaan Penyimpangan di Lapas Labuhan Ruku, Wartawan Batu Bara Gelar Aksi Massa

113
×

Geram Dugaan Penyimpangan di Lapas Labuhan Ruku, Wartawan Batu Bara Gelar Aksi Massa

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, NASIONALIS – Puluhan insan pers yang tergabung dalam gerakan “Wartawan Batu Bara” menggelar aksi massa di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Selasa (11/05/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan, lemahnya sistem keamanan lapas, hingga berbagai dugaan penyimpangan yang disebut terjadi di lingkungan lembaga pemasyarakatan tersebut.

Sekitar 60 wartawan dari berbagai media tampak hadir dalam aksi tersebut. Massa membawa spanduk, poster, dan menyampaikan orasi secara bergantian di depan pintu masuk lapas dengan pengawalan aparat keamanan.

ADVERTISEMENT

Aksi itu juga menarik perhatian masyarakat sekitar yang turut menyaksikan jalannya penyampaian aspirasi.

Dalam orasinya, massa menyoroti dugaan adanya pembatasan terhadap kerja jurnalistik, termasuk anggapan bahwa pemberitaan terkait aktivitas di dalam lapas harus melalui izin tertentu. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Selain isu kebebasan pers, massa juga menyinggung lemahnya sistem keamanan lapas yang dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya pelarian tahanan beberapa waktu lalu. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di dalam lapas.

Tak hanya itu, sejumlah dugaan praktik ilegal di lingkungan lapas turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Massa menilai berbagai persoalan yang mencuat telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan serta mencederai rasa keadilan publik.

Perwakilan Wartawan Batu Bara, Nando Sagala, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap institusi negara, melainkan bentuk kepedulian masyarakat sipil terhadap dugaan penyimpangan yang dinilai merusak marwah hukum dan keadilan.

“Jika penjara justru berubah menjadi ruang aman bagi jaringan kejahatan, maka publik berhak mempertanyakan siapa sebenarnya yang sedang dikendalikan,” tegasnya dalam orasi aksi.

Dalam tuntutannya, massa mendesak Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra, turun langsung melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai dugaan penyimpangan yang terjadi di Lapas Labuhan Ruku.

Mereka juga meminta Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengusut secara transparan dan independen dugaan kematian seorang narapidana, termasuk membuka rekam medis, kronologi kejadian, serta pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.

Selain itu, massa mendesak adanya evaluasi terhadap pimpinan Lapas Labuhan Ruku. Mereka meminta pencopotan kepala lapas sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif atas berbagai persoalan yang dinilai terus berulang.

Dalam materi aksi, massa turut menyinggung sejumlah dugaan pelanggaran lain seperti dugaan peredaran narkotika di dalam lapas, penggunaan telepon genggam ilegal oleh warga binaan, dugaan praktik wartel modus menit, rekening penampung transaksi napi, hingga dugaan jual beli kamar dan fasilitas tertentu di lingkungan lapas.

Massa aksi menilai berbagai dugaan praktik tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum di lingkungan pemasyarakatan.

Karena itu, mereka meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan adanya aktor intelektual maupun jaringan yang diduga bermain di balik peredaran narkoba di dalam lapas.

Selain mendesak pemerintah pusat dan aparat penegak hukum, massa juga meminta Komnas HAM, Ombudsman RI, serta lembaga pengawas terkait turun langsung melakukan pemantauan terhadap dugaan pelanggaran hak warga binaan dan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Lapas bukan tempat membesarkan mafia dan jaringan narkotika. Negara tidak boleh kalah di balik tembok penjara,” seru massa aksi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyatakan pihaknya akan memperbaiki komunikasi dengan insan pers serta memperketat sistem keamanan di dalam lapas.

“Kami akan memperbaiki komunikasi yang baik terhadap pers atau media dan menjalin hubungan yang baik. Terkait keamanan, kami juga akan memperketat sistem pengamanan di dalam lapas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan media.

“Kami berkomitmen menjalin hubungan baik dengan media,” tambahnya. (Arfen Siadari)

ADVERTISEMENT