Model
Sumut

Keluarga Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Minta Penjelasan Penyebab Kematian Korban

128
×

Keluarga Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Minta Penjelasan Penyebab Kematian Korban

Sebarkan artikel ini
Pihak keluarga warga binaan menyampaikan harapan agar penyebab meninggalnya korban di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dapat diungkap secara transparan dan profesional oleh pihak berwenang. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. (Foto: Istimewa)

Batu Bara, NASIONALIS – Kematian seorang warga binaan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Peristiwa tersebut juga memunculkan sejumlah pertanyaan terkait penyebab meninggalnya korban bernama Fani Ismail Perangin-angin, Sabtu (6/5/2026).

Pihak keluarga mengaku menemukan sejumlah luka lebam dan memar pada tubuh korban saat jenazah berada di Puskesmas Talawi. Kondisi tersebut membuat keluarga berharap adanya penjelasan resmi terkait kronologi dan penyebab kematian korban.

ADVERTISEMENT

Menurut keluarga, sebelum meninggal dunia korban sempat menghubungi istrinya melalui video call dan mengaku merasa takut karena ditempatkan satu kamar dengan seseorang yang dikenalnya saat berada di luar lapas.

Istri korban, Perangin-angin, mengatakan dalam percakapan itu korban meminta uang sebesar Rp2 juta.

“Dia bilang takut karena satu kamar dengan musuhnya. Katanya uang itu untuk diberikan supaya dia aman dan tidak dipukuli. Karena takut terjadi sesuatu, saya langsung mengirim uang itu,” ungkap istri korban kepada awak media.

Namun beberapa jam setelah uang tersebut dikirim, pihak keluarga justru menerima kabar bahwa korban telah meninggal dunia.

Saat melihat jenazah korban, keluarga mengaku menemukan adanya luka memar dan lebam di beberapa bagian tubuh, terutama di bagian punggung.

“Kami lihat sendiri ada luka lebam di tubuh suami saya. Kami ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di dalam lapas,” ujar keluarga korban dengan nada sedih.

Selain itu, keluarga juga menyampaikan keberatan terkait adanya biaya yang disebut diminta saat proses penjemputan jenazah di Puskesmas Talawi.

“Ketika kami mengambil jenazah di Puskesmas Talawi, kami masih diminta biaya oleh pihak lapas. Padahal suami saya sudah meninggal dunia,” kata Perangin-angin.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun penyebab pasti meninggalnya korban. Sementara itu, pihak Polres Batu Bara melalui Humas menyatakan masih melakukan pengecekan informasi dan belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut.

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional, termasuk memastikan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan medis sesuai prosedur yang berlaku.

Selain itu, keluarga juga meminta klarifikasi terkait uang yang disebut sempat diminta korban sebelum meninggal dunia.

Peristiwa ini turut menjadi perhatian masyarakat dan menyoroti pentingnya pengawasan serta perlindungan terhadap warga binaan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Keluarga berharap seluruh fakta terkait kejadian tersebut dapat terungkap secara jelas demi memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi keluarga korban. (Arfen Siadari)

ADVERTISEMENT