Pematangsiantar, NASIONALIS – Di tengah tren perayaan ulang tahun yang identik dengan kemewahan dan pesta meriah, seorang pemuda penyandang disabilitas justru memilih cara berbeda untuk merayakan hari spesialnya. Ia adalah Reinhard Raji Manurung, S.H., yang dikenal sebagai influencer TikTok melalui akun SI OPPUNG_MANS.
Pada 6 Mei 2026, tepat di usia ke-23 tahun, Raji merayakan ulang tahunnya secara sederhana bersama anak-anak Panti Asuhan Vita Dulcedo, yang berlokasi di Jalan Melanton Siregar, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Tidak ada dekorasi mewah atau pesta besar. Perayaan tersebut hanya diisi dengan balon sederhana, kue ulang tahun, serta kebersamaan yang hangat bersama anak-anak panti. Namun, justru dari kesederhanaan itulah terpancar kebahagiaan yang tulus.
Kehadiran Raji di panti asuhan bukanlah hal baru. Ia telah lama dikenal oleh anak-anak di sana sebagai sosok yang sering datang berbagi kasih dari hasil live TikTok yang dijalaninya setiap hari. Bagi mereka, Raji bukan sekadar tamu, melainkan sosok abang dan sahabat yang selalu membawa kebahagiaan.
Meski memiliki keterbatasan fisik, Raji tidak pernah menjadikannya sebagai alasan untuk berhenti berbagi. Ia justru menunjukkan bahwa ketulusan hati jauh lebih berarti daripada kondisi fisik yang dimiliki seseorang.
“Tidak menunggu kaya maka kita berbagi, tapi dimulai dari hal kecil, karena inti kekayaan yang sesungguhnya adalah ketika kita merasa puas dan cukup, maka di situlah inti kekayaan yang sesungguhnya,” ujar Raji dengan mata berkaca-kaca.
Ucapan tersebut membuat suasana menjadi haru. Pesan sederhana yang disampaikannya mampu menyentuh hati banyak orang yang hadir.
Dalam momen tersebut, tampak pula kehadiran sang ibu, Aulita Sinaga, S.Ag., yang selama ini menjadi sumber kekuatan utama dalam hidup Raji. Sebagai seorang guru agama Katolik, ia dikenal menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, serta rasa syukur sejak dini.
Di tengah keterbatasan yang dimiliki anaknya, Aulita tidak pernah mengajarkan untuk menyerah. Ia justru terus membimbing Raji agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat bagi sesama.
“Rajin, disiplin, dan kerja keras harus tetap dilakukan walaupun kita memiliki kekurangan,” pesan yang selalu ditanamkan sang ibu.

Kehadiran keluarga juga semakin melengkapi momen tersebut. Uda Raji, Marolop S. Manurung, MBA, turut hadir memberikan dukungan, menunjukkan kuatnya peran keluarga dalam perjalanan hidup Raji.
Perayaan ulang tahun itu diisi dengan kegiatan sederhana seperti bernyanyi bersama, berdoa, dan makan bersama. Anak-anak panti tampak antusias dan penuh kegembiraan, bahkan beberapa di antaranya berebut untuk memeluk Raji.
Pengurus panti asuhan juga mengaku terharu dengan kepedulian Raji yang dinilai tulus dan jarang dimiliki oleh anak muda seusianya.
“Dia datang bukan untuk mencari pujian. Dia datang dengan hati. Anak-anak di sini sangat senang setiap kali abang Raji datang,” ujar salah satu pengurus panti.
Di tengah maraknya konten hiburan di media sosial, Raji justru memanfaatkan platform TikTok untuk menyebarkan pesan positif dan kepedulian sosial. Banyak pengikutnya yang mengaku terinspirasi oleh gaya hidupnya yang sederhana namun penuh makna.
Bagi Raji, ulang tahun bukan sekadar bertambahnya usia, melainkan momentum untuk menjadi berkat bagi orang lain.
“Jangan tanya akan apa yang kamu dapat, tapi tanyalah dulu dirimu sendiri apa yang sudah kamu perbuat,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat dalam perayaan ulang tahunnya.
Kisah Reinhard Raji Manurung menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari kemewahan. Di tengah keterbatasan, ia mampu menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang melalui ketulusan dan kepeduliannya.
Perayaan ulang tahun ke-23 ini bukan sekadar momen pribadi, melainkan pengingat bahwa nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan rasa syukur jauh lebih berharga daripada kemewahan.
Senyum anak-anak Panti Asuhan Vita Dulcedo pada hari itu menjadi hadiah terindah bagi Raji seorang pemuda yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi berkat bagi sesama.





