Model
Sumut

Duka di Hari Pendidikan, Guru SD di Batu Bara Wafat; Keluarga Tegaskan Murni Karena Sakit

70
×

Duka di Hari Pendidikan, Guru SD di Batu Bara Wafat; Keluarga Tegaskan Murni Karena Sakit

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, NASIONALIS – Dunia pendidikan di Kabupaten Batu Bara kembali berduka. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (02/05/2026), suasana haru menyelimuti penyerahan santunan bagi almarhum Muhammad Irfan, tenaga pendidik SD Negeri 03 Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, yang wafat pada 15 April 2026.

Santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42.000.000 diserahkan secara simbolis oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara melalui Ketua PGRI Kabupaten Batu Bara, Drs. Idris, kepada orang tua almarhum, Bapak Suwarno dan Ibu Nurmala.

ADVERTISEMENT

Almarhum Muhammad Irfan dikenal sebagai guru kelas IV yang berdedikasi sejak mulai mengabdi pada tahun 2023. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat di bawah pimpinan Kepala Sekolah Syamsiar, S.Pd., serta para siswa yang selama ini dibimbingnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, wafatnya almarhum diduga terkait dengan kondisi kesehatan yang menurun akibat penyakit asam lambung yang telah lama diderita dan kerap kambuh. Meski sebelumnya masih beraktivitas seperti biasa, kondisi kesehatannya disebut terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Klarifikasi Keluarga

Seiring beredarnya kabar duka tersebut, muncul sejumlah spekulasi di media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan fakta. Menanggapi hal itu, pihak keluarga melalui kakak kandung almarhum, Nuri Wardani, menyampaikan klarifikasi.

Nuri menegaskan bahwa berbagai isu yang beredar, termasuk dugaan kelalaian atau hal negatif lainnya, tidak benar.

“Itu tidak benar, Pak. Kami keluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan almarhum. Kami bawa berobat dan melakukan yang terbaik. Tidak ada yang seperti dituduhkan itu,” tegas Nuri.

Ia juga menjelaskan bahwa tangkapan layar percakapan yang sempat beredar hanyalah komunikasi biasa antara almarhum dan rekannya, yang kemudian disebarkan karena rasa kehilangan, bukan untuk dimaknai secara negatif.

Keluarga turut menyampaikan bahwa mereka tidak memiliki kedekatan dengan pihak-pihak yang disebut-sebut dalam percakapan tersebut.

Pihak keluarga berharap masyarakat tidak berspekulasi berlebihan serta menghormati suasana duka yang tengah mereka alami. Mereka menegaskan bahwa kepergian almarhum merupakan takdir Tuhan dan murni disebabkan oleh faktor kesehatan, tanpa adanya unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihak mana pun.

Semoga almarhum Muhammad Irfan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (Arfen Siadari)

ADVERTISEMENT