Pematangsiantar, NASIONALIS – Keluhan terkait mahalnya harga pupuk subsidi menjadi salah satu aspirasi utama warga saat kegiatan reses masa sidang II tahun 2026 yang digelar anggota Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar, Alex Hendrik Damanik, di Jalan Pattimura Ujung, Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Senin (9/3/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepada wakil rakyat, mulai dari persoalan pertanian, ekonomi, pelayanan sosial hingga pendidikan.
Salah satu warga dalam pertemuan itu mengeluhkan tingginya harga pupuk subsidi jenis Urea dan NPK yang dinilai sudah memberatkan para petani.
“Pak, kami para petani di sini mengeluh. Pupuk subsidi seperti urea dan NPK mahal sekali, kami sudah tidak sanggup membelinya,” ujar seorang warga saat menyampaikan aspirasinya kepada Alex.
Menanggapi keluhan tersebut, Alex Hendrik Damanik langsung menanyakan lebih lanjut mengenai harga pupuk yang dimaksud oleh warga.
“Mahalnya seperti apa, Ibu? Sekarang harganya berapa? Bagaimana dengan harga tahun sebelumnya, apakah di bawah Rp100 ribu per sak atau bagaimana?” tanya Alex kepada warga tersebut.
Warga kemudian menjelaskan bahwa harga pupuk subsidi jenis Urea mencapai sekitar Rp150 ribu per sak, sementara pupuk NPK berkisar antara Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per sak.
Keluhan itu pun dibenarkan oleh warga lain yang hadir dalam kegiatan reses tersebut. Mereka menilai harga pupuk subsidi yang mencapai Rp150 ribu per sak sudah sangat memberatkan para petani.
Menanggapi hal tersebut, Alex menyampaikan informasi yang ia peroleh mengenai harga pupuk subsidi dari distributor.
“Informasi yang saya dapat, harga dari distributor untuk pupuk urea dan NPK subsidi sekitar Rp97 ribu. Ketika sudah sampai ke bawah, harga paling mahal seharusnya sekitar Rp120 ribu per sak,” jelas politisi Partai Perindo tersebut.
Alex kemudian meminta warga menyampaikan harga yang dianggap layak agar dapat menjadi bahan pembahasan dengan pihak terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Kalau bapak dan ibu menyebut Rp150 ribu itu mahal, menurut bapak ibu harga yang paling layak itu berapa? Nanti kita sampaikan kepada Kepala Dinas,” ujarnya.
Warga berharap harga pupuk subsidi dapat diturunkan agar tidak terlalu membebani petani. Menurut mereka, jika harga pupuk lebih terjangkau, sisa uang yang ada bisa digunakan untuk kebutuhan pertanian lainnya maupun kebutuhan rumah tangga.
Dalam kesempatan itu, warga juga mengungkapkan bahwa pupuk subsidi diduga diperjualbelikan di Pasar Horas.
“Pupuk subsidi urea dan NPK juga dijual di Pasar Horas. Ini bagaimana sebenarnya, Pak?” tanya salah seorang warga.
Menanggapi hal tersebut, Alex Hendrik Damanik menegaskan akan menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait.
“Kita akan mempertanyakan langsung kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Pardamean Manurung, terkait keluhan warga ini dan meminta solusi dari mereka,” tegasnya.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Camat Siantar Marihat Pedi Arianto Sitopu serta Lurah Mekar Nauli Herry Y. Ginting yang ikut mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat.





