Model
Simalungun

Dedikasi Sejak 2022, Raji Manurung Terus Suarakan Hak Penyandang Disabilitas

41
×

Dedikasi Sejak 2022, Raji Manurung Terus Suarakan Hak Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Simalungun, NASIONALIS.CO.ID – Reinhard Raji Manurung kembali turun langsung menemui penyandang disabilitas di Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Rabu (7/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya menyerahkan bantuan kepada sejumlah penerima, tetapi juga mendengarkan berbagai keluhan yang dihadapi penyandang disabilitas di lapangan.

ADVERTISEMENT

Raji berharap pengalaman dan persoalan yang ditemuinya secara langsung dapat menjadi bahan untuk menyampaikan aspirasi kepada para pemangku jabatan dan orang-orang yang memiliki pengaruh di negara ini. Ia menilai kehadiran langsung di tengah penyandang disabilitas penting untuk mengetahui persoalan yang terkadang tidak terdengar karena adanya keterbatasan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas yang telah dilakukannya secara rutin sejak 2022. Selama periode tersebut, Raji aktif menyambangi penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian sekaligus upayanya menyuarakan kesetaraan hak.

Sejumlah penerima bantuan dalam kegiatan di Kecamatan Hatonduhan antara lain Ahmad Bustomi, Anugrah Simbolon, Risdo Abdi Pratama Sihombing, Raga Hamdani, dan Rifki Rahmazulfitra.

Sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Simalungun, Raji turut menyoroti pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Ia berpandangan bahwa amanat dalam undang-undang tersebut belum sepenuhnya dijalankan.

Meski memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, Raji tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah maupun regulasi yang ada. Ia justru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam menciptakan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

Menurut Raji, persoalan disabilitas tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya perlu bekerja sama agar hak penyandang disabilitas dapat dihormati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menolak pandangan yang menempatkan penyandang disabilitas semata-mata sebagai objek belas kasihan. Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan sesama manusia yang memiliki hak untuk diperlakukan secara setara.

Kunjungan langsung menjadi pilihan Raji karena ia ingin melihat dan mendengar sendiri kondisi yang dihadapi para penerima bantuan. Dengan cara tersebut, informasi yang diperolehnya berasal dari pertemuan langsung dengan masyarakat yang mengalami persoalan tersebut.

Ia berharap ketika memiliki kesempatan bertemu dengan pemangku jabatan atau orang-orang yang memiliki pengaruh, aspirasi yang diperolehnya dari lapangan dapat disampaikan secara langsung. Dengan demikian, persoalan yang dihadapi penyandang disabilitas tidak berhenti pada lingkungan tempat mereka tinggal.

Aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari kiprah Raji sebagai influencer di platform TikTok. Melalui platform tersebut, ia terus menyuarakan hak penyandang disabilitas sekaligus menjalankan aktivitas yang mendukung kegiatan sosialnya.

Sumber dana kegiatan yang dilakukannya berasal dari pendapatan yang diperolehnya melalui TikTok. Pendapatan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kegiatan bantuan kepada penyandang disabilitas yang ditemuinya.

Bagi Raji, kegiatan sosial tidak harus menunggu seseorang memiliki sumber daya yang besar. Ia menekankan pentingnya kemauan untuk berbagi sesuai kemampuan sekaligus konsisten menjalankannya.

Kunjungan yang dilakukan secara berulang sejak 2022 menjadi bagian dari prinsip tersebut. Kehadiran yang terus dilakukan dinilainya lebih bermakna daripada sekadar memberikan bantuan satu kali tanpa mengetahui perkembangan kondisi penerimanya.

Ia memandang kebaikan bukan hanya berdasarkan seberapa besar sesuatu yang diberikan kepada orang lain. Tanggung jawab untuk tetap hadir, mendengarkan dan memperhatikan keadaan mereka menjadi bagian penting dari kepedulian.

Melalui aktivitas tersebut, Raji berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama sebagai manusia. Ia juga berharap persoalan yang disampaikan dari lapangan dapat menjadi perhatian pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Bagi dirinya, menyuarakan hak penyandang disabilitas bukan kegiatan sesaat. Aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan yang dijalaninya sejak 2022.

“Jangan tanya akan apa yang kamu dapat, tapi tanyalah dulu dirimu sendiri apa yang telah kamu perbuat,” kata-kata tersebut menjadi prinsip yang terus dipegang Raji dalam menjalankan kegiatan sosialnya sekaligus menjadi dorongan untuk tetap bergerak menyuarakan hak penyandang disabilitas. (AD)

ADVERTISEMENT