Simalungun, NASIONALIS – Kepedulian terhadap persoalan lingkungan terus ditunjukkan oleh kalangan generasi muda di Kabupaten Simalungun. Sejumlah pemuda Gen Z yang diinisiasi oleh Angga Andre dan Ahmad Fauzi menggelar sosialisasi pengelolaan sampah plastik sebagai upaya mendorong kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Nagori Karang Sari, Kabupaten Simalungun, Kamis (15/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh warga setempat dan dikemas melalui diskusi interaktif serta simulasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai guna.
Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari keprihatinan generasi muda melihat persoalan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, edukasi menjadi langkah penting untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Kami sebagai pemuda merasa perlu mengambil peran. Sampah plastik selama ini dianggap tidak berguna, padahal jika dikelola dengan baik justru bisa memberikan nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan masyarakat bahwa sampah bisa dimanfaatkan,” kata Ahmad Fauzi.
Moderator kegiatan, Andre Apriansyah, menegaskan bahwa keterlibatan pemuda sangat dibutuhkan dalam mendorong solusi atas persoalan sampah. Ia menilai edukasi lingkungan harus terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sistem pembuangan, tetapi juga pengelolaan.
“Pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong edukasi lingkungan. Jika pemuda terlibat aktif, maka solusi yang ditawarkan bisa berjalan secara berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Angga Andre turut mempraktikkan simulasi pembuatan kursi dari bahan sampah plastik. Ia menjelaskan bahwa sampah plastik seperti botol bekas dan plastik kresek yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
“Plastik membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terurai. Namun jika dikelola dengan tepat, sampah plastik justru bisa menjadi produk bernilai dan berpotensi menambah pendapatan masyarakat,” jelas Angga.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pangulu Karang Sari, Yuda. Ia menilai inisiatif yang digagas para pemuda tersebut sejalan dengan upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus didukung, apalagi melibatkan pemuda. Ke depan, jika terjalin kerja sama yang baik, kegiatan ini dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat Karang Sari,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, para pemuda Gen Z Simalungun berharap pengelolaan sampah plastik dapat terus dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga desa.




